"Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali Dia juga menurunkan obatnya." (HR.Bukhari)

05 February 2014

CARA MENCEGAH PENYAKIT KANKER

penderita kanker kemoterapi
SEBANYAK 80 persen kasus penyakit kanker sebenarnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat diidentifikasi dan kemungkinan besar dapat dicegah. Demikian kutipan pernyataan cari Institut Kanker Nasional AS. Tiga puluh persen kasus kanker disebabkan oleh rokok dan sekitar 35 - 50 persen kasus kanker disebabkan oleh makanan. Jadi, pola makan sehari-hari ternyata turut menentukan tingginya risiko terkena kanker.

Kanker dimulai dari satu sel tak normal yang mulai memperbanyak diri tanpa terkontrol. Kelompok sel semacam itu membentuk kanker dan mendesak jaringan yang sehat Sel kanker yang matang pecah dan anak sebarnya dibawa aliran darah menyebar ke bagian lain tubuh dan membentuk kanker baru.

Bahan pembentuk sel-sel kanker disebut karsinogen. Karsinogen ini bisa berasal dari makanan, udara, bahkan dari dalam tubuh. Sebagian besar karsinogen biasanya bisa dinetralkan tubuh sebelum menimbulkan kerusakan. Namun terkadang karsinogen menyerang DNA dan berhasil mengubahnya. Dan bertahun-tahun kemudian, muncullah kanker.


Di antara semua faktor penyebab kanker, yang paling mungkin kita kontrol adalah makanan kita sehari-hari. Jadi, kita perlu memahami makanan apa saja yang perlu dhindari atau justru dianjurkan sebagai upaya untuk mencegah kanker. Meski mungkin tidak sesuai dengan selera kita, ada baiknya memperhatikan beberapa pedoman berikut ini.
  1. Pentingnya zat pencegah kanker pada sayuran & buah Sayuran tidak hanya tinggi serat dan rendah lemak, tetapi juga banyak mengandung zat pencegah kanker. Karotenbid, pigmen yang memberi warna gelap pada buah dan sayuran hijau misalnya, terbukti bisa membantu mencegah kanker. Betakaroten yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau tua dan jingga membantu mencegah kanker paru-paru, kanker ginjal, kanker mulut, kanker kerongkongan (esophagus), kanker pangkal tenggorok (larynx), dan kanker payudara.

    sayuran sehat
    Sayuran seperti kol, brokoli, kale, lobak, kembang kol, dan brussel sprout mengandung flavone dan indole yang juga bersifat antikanker. Sedangkan kandungan vitamin C di dalam buah-buahan dan beberapa sayuran juga bisa menurunkan risiko kanker kerongkongan dan kanker perut. Vitamin C berlaku sebagai antioksidan yang menetralkan bahan kimia penyebab kanker yang terbentuk di dalam tubuh. Mineral selenium yang ditemukan pada kelompok padi-padian juga memiliki efek antioksidan seperti halnya vitamin C dan vitamin E. Untuk mencegah kanker, tingkatkan konsumsi sayuran dan buah-buahan. Usahakan mengkonsumsi sayuran dan buah minimal 5 porsi setiap hari.

  2. Tingkatkan konsumsi makanan berserat Seorang dokter dari Inggris, Dennis Burkitt, pada tahun 1970 mengamati bahwa makanan kaya serat bisa mengurangi penyakit pada saluran pencernaan, Ia menemukan bahwa di negara-negara yang penduduknya banyak mengkonsumsi makanan berserat, sedikit sekali ditemukan kasus kanker kolon (usus besar). Sedangkan di negara-negara Barat yang penduduknya banyak mengkonsumsi bahan pangan hewani (tak berserat) jumlah penderita kanker kolon tinggi.

    Makanan kaya serat juga membantu mencegah kanker payudara, karena serat bisa mengikat hormon estrogen dan membantu mengeluarkannya dari dalam tubuh. Dengan demikian, estrogen tidak kembali ke aliran darah, sehingga tidak menyebabkan peningkatan kadar estrogen di dalam tubuh. Kadar estrogen yang tinggi di dalam tubuh bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

    Serat banyak terdapat pada sayuran, buah-buahan, polong-polongan, kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kedelai, tempe), lentil, dan makanan pokok seperti beras serta gandum yang diproses minimal (wno/e grain). Pada umumnya, bahan pangan nabati yang masih alami dan tidak terlalu banyak diolah masih banyak mengandung serat. Banyaknya konsumsi serat yang dianjurkan adalah antara 20 dan 30 g setiap hari. Serat sebaiknya bersumber dari makanan, bukan dari suplemen.

  3. Batasi Konsumsi Lemak Berdasarkan penelitian, masyarakat yang konsumsi lemaknya tinggi juga tinggi tingkat kematiannya akibat kanker kolon dan kanker payudara.  Walaupun jumlah lemak secara total mempengaruhi, namun ada buktilemak hewan lebih merusak daripada lemak tumbuhan.

    Dalam sebuah hasil penelitian disebutkan bahwa mengkonsumsi daging sapi atau babi sebanyak lima hingga enam kali seminggu meningkatkan resiko kanker. Sementara itu, dalam suatu penelitian dilaporkan bahwa konsumsi daging dan susu berhubungan dengan kejadian kanker prostat dan ovarium. Demi menurunkan resiko, Institut Kanker Nasional AS menyarankan kita untuk membatasi konsumsi lemak hingga 30 persen saja. Tetapi menurut penelitian, untuk mendapatkan efek antikanker, sebaiknya usahakan mengkonsumsi lemak kurang dari 30 persen, untuk amannya kira-kira 10-15 persen saja.
    hindari rokok dan alkohol

  4. Hindari Alkohol Meminum minuman beralkohol secara berlebihan bisa meningkatkan risiko kanker payudara, kanker mulut, kankerfaring (pharynx, saluran antara rongga hidung, rongga mulut, dan kerongkongan), dan kanker kerongkongan (esophagus). Apalagi jika ditambah dengan kebiasaan merokok, bisa juga meningkatkan risiko kanker perut, kanker hati, dan kanker usus besar (kolon).
  5. Hindari terlalu sering memasak makanan pada suhu tinggi Memasak makanan seperti daging atau ikan dengan cara digoreng dengan panas tinggi bisa memunculkan zat-zat yang bersifat karsinogenik (menimbulkan kanker). Daging yang dibakar, dipanggang, diasap, atau diberi bahan pengawet nitrit juga bisa membentuk zat karsinogen, jadi, lebih aman memasak dalam suhu yang lebih rendah misalnya dikukus, direbus, atau dimasak sekejap.

  6. Batasi camilan lezat tapi tidak sehat Terkadang kita tergoda mengkonsumsi camilan yang rasanya lezat namun tidak sehat seperti cake, permen, serta aneka dessert yang umumnya terbuat dari lemak jenuh. Jika sulit menghindar, makanlah dalam porsi kecil sambil tingkatkan konsumsi makanan yang sehat.

  7. Kurangi mengkonsumsi keripik kentang dan kentang goreng Menurut penelitian, makanan kaya karbohidrat seperti kentang yang digoreng, akan merangsang terbenUknya senyawa pemicu kanker bernama akrilamida. Senyawa karsinogenik pada keripik kentang atau kentang goreng ini jauh lebih banyak dibandingkan akrilamida yang terdapat pada makanan gorengan lain seperti daging, ikan, dan roti goreng.

  8. Kedelai dan olahannya mencegah kanker Menurut penelitian, kedelai dan hasil olahannya (tempe, tahu, susu kedelai) membantu menurunkan risiko terjadinya kanker payudara dan kanker prostat. Kedelai mengandung fitoestrogen, yaitu genistoin dan daidzein, dibantu zat-zat lain yang berfungsi mencegah terjadinya kanker.
Semoga bermanfaat. Diolah dari sumber: Majalah Nirmala Edisi April. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

1 comment: