"Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali Dia juga menurunkan obatnya." (HR.Bukhari)

21 February 2014

MANFAAT SHOLAT BAGI KESEHATAN

Prof.  Dr. H. Ali Saboe, Prof. di bidang medis menulis : Apabila ditinjau dari segi kesehatan dalam gerak dan sikap tubuh pada saat seorang melakukan shalat adalah rangkaian dari butir-butir upacara yang mengandung nilai kesehatan yang tiada terhingga. Setiap penyimpangan dari gerak shalat, akan berubah pula fungsi dan manfaat yang diperoleh.

Prof. DR. Kohlrausch dan Prof. DR. Leube mengatakan : Gerakan-gerakan shalat dapat mengurangi dan bahkan dapat mencegah penyakit jantung.

SIRKULASI DAN PEREDARAN DARAH

Dalam sistem peredaran darah, arteri mengalirkan darah dari jantung ke organ dan anggota tubuh. Darah beredar keseluruh tubuh, mengangkut makanan dan oksigen ke semua sel tubuh dan mengambil sisa-sisa ampas dari sel-sel.

Darah segar dari paru-paru mengalir ke dalam jantung dan dipompa ke aorta. Vena mengalirkan kembali darah ke jantung. Dari jantung darah kembali ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen dan melepaskan karbondioksida. Darah dipompa keseluruh tubuh  dengan tekanan. Otak terus menerus mengawasi dan menyesuaikan tekanan itu. 


Tetapi banyak hal yang dapat mengacaukan kegiatan yang sudah teratur ini. Jika seseorang gugup maka denyut jantung bertambah cepat dan otot arteri berkontraksi, tekanan darah akan naik. Tekanan yang tinggi dan pengurangan aliran dapat menyebabkan gangguan pada tubuh, terutama jantung, otot dan ginjal. Serangan jantung sering disebabkan oleh kekurangan darah dalam pembuluh arteri yang menuju ke otot-otot jantung.

Tubuh memerlukan sistem angkutan untuk membawa muatan yang vital ke seluruh tubuh. Didalam lingkungan tubuh seluruh jarak yang mencakupnya diperkirakan 96.000 km, dan alat angkutan utama didalam kompleks yang amat luas ini adalah darah yang alirannya dikendalikan oleh jantung.

Dalam waktu satu hari jantung mendorong darah 1000 kali putaran sempurna dan lengkap. Padahal jumlah darah pada kebanyakan orang dewasa sekitar 5 sampai 6 liter. Kira-kira 2,75 liter berupa plasma serta butiran darah merah yang jumlahnya 25 trilyun mengisi volume kira-kira 2,25 liter. Jadi sebenarnya setiap hari jantung memompa 5000 sampai 6000 liter darah. Jadi fungsi jantung mengatur semua darah dalam tubuh dan darah mengalir secara senambung dalam satu lingkaran yang tidak pernah berhenti.

Dengan shalat akan dicapai ketenangan jiwa dan fisik, sehingga jantung dapat bekerja untuk memompa darah keseluruh tubuh sesuai dengan fungsinya, sehingga tercapai hikmah sehat lahir-bathin.

Menurut hasil penelitian pakar kesehatan, orang yang terkena serangan stroke kebanyakan terjadi siang hari, karena sejak pagi hingga siang hari tubuh mengalamai kelelahan, beban stress, tekanan darah kadang kala juga naik. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan serangan stroke dan lain-lainnya dapat terjadi. Dengan mengerjakan sholat dhuhur seluruh pikiran dalam keadaan konsentrasi dan komunikasi dengan Allah SWT. Pada waktu shalat, otak dapat istirahat yang sempurna. Sehingga sarah otak dapat berfungsi secara fisiologi, yang bermanfaat untuk mencegah serangan stroke. Juga dengan membasuh air dingin dikepala ketika wudhu, pikiran jernih kembali untuk mengembalikan stamina dan memperbaharui semangat, sehingga lenyaplah segala kesusahan dan kendala, akhirnya jiwa dan fisik tenang sehingga tekanan darah menjadi stabil.


GERAKAN SHALAT

BERDIRI
  • Melancarkan peredaran darah (proses keseimbangan darah).
  • Darah beredar lancar, maka jasmani menjadi sehat.
  • Sikap berdiri tegak, seluruh saraf menjadi satu terpusat pada otak.
  • Jantung bekerja secara normal. Paru-paru, pinggang, tulang punggung, seluruh organ tubuh dalam keadaan normal.
  • Kedua kaki tegak berdiri sehingga telapak kaki pada posisi titik-titik akupuntur, yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.
  • Sikap berdiri tegak memperlihatkan keseimbangan tubuh, sehingga secara psikologis berarti meninggalkan segala urusan dunia dan kita harus memasrahkan diri kepada satu arah yaitu Allah SWT. Sama halnya dengan bermeditasi. Dalam bermeditasi tidak ada lagi perasaan was-was, gelisah.
  •  Menghilangkan perasaan yang dirundung malang, hilangkan segala emosi, bayang-bayang ketakutan, perasaan benci dan iri. Pusatkan pikiran agar tetap berkomunikasi dengan Allah.
  • Pada waktu berdiri tegak semua pikiran dilepaskan dari segala urusan yang membebani jiwa. Jika dihati masih tersimpan dengki dan iri hati, cepat atau lambat akan menimbulkan hilangnya keseimbangan hormon dan goncang keserasian kimiawi tubuh.
  • Menurut ilmu tubuh manusia, semua gerak dan aktivitas manusia baik yang dipengaruhi oleh kemauan seperti makan, minum, berdira, melihat, berfikir, berbuat jahat, dll, maupun yang tidak dipengaruhi oleh kemauan, seperti : gerak jantung, proses pencernaan, pembuatan darah, dll. semua itu tidak lebih dari serangkaian proses kimia yang terjadi disalam tubuh. Organ-organ tubuh yang melakukan proses bio kimia ini bekerja sama dibawah pengawasan hormon.
  • Seandainya terjadi perubahan fisiologis tubuh (keseimbangan hormon terganggu) sseperti : takit, marah, putus asa, stress dan sebagainya. Keadaan ini dapat dinormalisasi kembali oleh iman. Iman yang teguh berarti pula konsekuensinya dengan shalat.
  • Karena itu, orang-orang yang dikontrol oleh iman, tidak mudah terkena penyakit modern seperti darah tinggi, stress, diabetes, jantung, kanker, dll.
  • Dengan sikap berdiri tegak pada posisi hormon tubuh akan tetap dalam keadaan stabil dan seimbang. Terdapat keseimbangan tubuh dan jiwa, karena jalinan yang erat antara iman dan hormon.
  • Sebab iman dan hormon itulah yang memberikan ketenangan jiwa/bathin dan kemantapan hati serta mengatur keseimbangan tubuh, sehingga hidup dan kehidupan ini dapat dijalani dengan tenang.

TAKBIRATUL IHRAM

Kedua belah tangan diangkat, ibu jari sentuh bawah  daun telinga, kemudian meletakkan tangan kanan pada punggung telapak tangan kiri, diletakkan diatas pusat, dibawah dada. Sikap ini membawa ketenangan, bahkan istirahat yang paling sempurna bagi tangan sebab sendi siku dan sendi pergelangan tangan serta otot kedua tangan istirahat penuh dan dapat menghindarkan rasa lelah, sekaligus memudahkan konsentrasi pikiran kepada Allah SWT.

RUKU'

Posisi badan waktu ruku' adalah punggung diratakan dengan leher, kedua telapak tangan memegang lutut atau sedikit dibawah lutut. Sikap ruku yang demikian ditinjau dari ilmu kesehatan sangat baik sekali untuk menghindari penyakit yang menyerang ruas tulang belakang yang meliputi ruas tulang punggung, ruas tulang leher, ruas tulang pinggang dan ruas tulang ekor (tulang tungging).

Menurut DR. Friedrich W., DR. G. Laborie dan DR. Ty. Arramon tentang principles or rheumatisme theraphie, jika sikap ruku' dilaksanakan secara sempurna maka 17 macam penyakit yang menyerang ruas tulang belakang dapat dihindari. Sikap ruku' yang sempurna (pada posisi ruku' yang baik):
  1. Ruas tulang belakang akan tetap berada dalam kondisi prima, karena persendian diantara badan-badan ruas tulang belakang tetap lemah dan lentur.
  2. Mencegah melekatnya tulang kelangkang dan tulang punggung yang dapat mengakibatkan kesulitan, terutama bagi wanita yang hendak melahirkan anak. Apabila tulang tungging dan tulang belakang melekat erat menjadi satu, hingga persendian diantara tulang telah menjadi kaku, maka ruang panggul keluar relatif menjadi kecil dan sempit. Hal ini dapat menyebabkan kelainan pada kepala bayi, letak wajah atau letak dahi.
Dalam tafsir Al Qur'anul Karim oleh : Al ustadz H.S. Halim Hasan H. Zainal Arifin Abbas Abdurrahman Haitami menjelaskan tentang hikmah ruku' bagi kesehatan jasmani. Bahwa ruku's dan bangun dari ruku' mempunyai faedah bagi :
  1. Perut besar.
  2. Tulang punggung.
  3. Membersihkan tempat buang air kecil.
  4. Berpengaruh kepada urat-urat tulang belakang bagian bawah.
  5. Melembutkan persendian tulang-tulang dan menguatkan sekalian urat-urat tersebut.
Urat-urat kapas yang mengelilingi tulang belakang berfungsi :
  1. Memelihara tulang belakang agar tidak bengkok.
  2. Memelihara urat-urat perut sehingga memperlambat tua.
  3. Urat-urat itu berpengaruh kepada wanita yang hamil dan melahirkan. Kalau urat-urat itu kuat maka mempermudah wanita melahirkan.
 Jadi ruku' dalam shalat berpengaruh meluruskan tulang belakang agar tidak bengkok.

HIKMAH GERAKAN RUKU' UNTUK PENYEMBUHAN

Penyakit penyempitan ruas dan pengapuran tulang. Ada 200 keping tulang hidup yang menopang tubuh. Tulang belakang terdiri atas :
  • 7 buah ruas tulang leher
  • 12 buah ruas tulang punggung
  • 5 buah ruas tulang pinggang
  • 1 tulang kelangkang yang terdiri dari pertautan : 5 buah ruas dan sebuah tulang tunging dengan 4 buah ruas.
Tulang belakang terdiri atas :
Badan ruas dan lengkung ruas yang merupakan tiang yang kokok antara 2 badan ruas terdapat sebuah cakram ruas yang menyebabkan ruas-ruas tulang belakang dapat bergerak. Cakram bersama ikat-ikat penghubung mempunyai lengkung-lengkung tertentu. Tulang belakang leher dan pinggang melengkung kedepan, sedang tulang belakang bagian punggung melengkung kebelakang, sehingga tulang belakang menjadi kokoh.

Apabila terjadi pengapuran dan penyempitan pada ruas-ruas tulang belakang seperti di ruas tulang leher akan kaku, nyeri, pegal linu di bagian leher. Bila terjadi di tengkuk punggung dan pinggang akan menimbulkan gangguan seperti di bagian leher. Dengan melakukan ruku' pada waktu shalat (shalat 5 waktu sebanyak 17 kali gerakan ruku'), secara otomatis akan menggerakkan dan mengendorkan ruas-ruas tulang serta otot-otot disekitar ruas tulang belakang sehingga meningkatkan sirkulasi dan metabolisme, yang dapat menghindarkan penyakit-penyakit pada ruas tulang belakang.

Hubungan antara ruku' dan sistim saraf. Sistim sarah terdiri dari :
  1. Otak
  2. Sumsun tulang belakang.
  3. Jaringan saraf rumit.
Otak merupakan markas besar seluruh sistim dan tempat berpangkal saraf otak dan sumsum tulang belakang berupa jaringan saraf berbentuk silinder yang memanjang sampai 45 cm dalam tulang belakang. Dengan gerakan ruku' waktu mengerjakan shalat, berarti telah menarik, menggerakkan dan mengendorkan saraf-saraf yang berada di bagian otak, tulang punggung dll., untuk menjalankan tugasnya.

Gerakan ruku' waktu shalat sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan atau untuk penyembuhan penyakit yang ada kaitannya dengan otak, tulang punggung, dan saraf lainnya.

Ruku' yang baik dan sempurna dapat menyelamatkan hidup dan kehidupan diri sendiri. Karena tulang pinggang (diatas tulang pinggang) menghasilkan hormon adrenalin yaitu hormon sejenis steroid yang dihasilkan oleh kelenjar anak ginjal yang memperkuat hasil tanggapan susunan saraf nuraga terhadap perangsang rasa takut, marah, gembira. Kelenjar adrenal mempersiapkan tubuh untuk melakukan reaksi perlawanan dengan memproduksi dan mengalirkan ke dalam darah.

Hormon adrenalin sebagai tanggapan atas kode-kode ancaman yang bersumber dari rasa takut, hilang kesabaran, panik. Kelenjar adrenal juga memproduksi hormon-hormon lain seperti kortizon yang berfungsi mempersiapkan tubuh melawan aksi berupa tekanan-tekanan dalam segala bentuk untuk jangka waktu yang lama.

Maka kelenjar adrenal akan mendapat tugas berat dengan memproduksi hormon-hormon secara terus menerus. Ini berdampak kurang baik, karena kelenjar akan menjadi lelah, akhirnya rusak. Sebab itulah fungsi kelenjar hormon besar manfaatnya, bagi hidup dan kehidupan kita. Apabila kelenjar hormon tidak sehat , berarti kehidupan manusia terancam bencana.

Posisi ruku' yang baik dan benar akan membengkokkan tulang belakang untuk menggerakkan, melembutkan otot-otot, melemaskan tulang-tulang belakang, agar tulang belakang kembali sesuai anatomi.

Dibelakang tulang punggung terdapat saraf-saraf yang dibungkus ruas-ruas tulang belakang. Urat-urat saraf berfungsi menjalankan organ-organ tubuh melalui ruas-ruas tulang belakang. Fungsinya, untuk mengontrol jantung, paru-paru, liver, lambung, limpha, usus, dll. semua organ itu dari otak melalui tulang punggung. Dari tulang belakang sampai otak terdapat sebaris kabel komunikasi yang jauh lebih lancar daripada mikro sirkuit modern. Sumsun tulang belakang terbungkus tiga lapisan selaput pelindung dengan zalir diantara dua lapisan, sedangkan seluruhnya terkurung tulang belakang yang keras sehingga terlindung dari cidera.

Sumsum tulang belakang yang panjangnya kira-kira 45 cm menyerupai kabel yang meruncing pada kedua ujungnya. Pada bagian yang paling lebar, sumsum tulang belakang berdiameter 12 mm. Sumsum tulang belakang mengandung unsur kelabu maupun putih.

Badan sel saraf yang kelabu membentuk batang dibagian tengah sumsum. Batang ini diselubungi oleh kelompok-kelopok serabut saraf putih. Disekitar sumsung sebuah terowongan tulang berlubang-lubang yang terjadi dari cincin vertebra, yaitu tulang belakang tubuh. Dari bagian bawah sumsun, saraf-saraf lain bercabang banyak sehingga terbentuk batang-batang saraf yang menuju panggul, paha, tungkai dan kaki.

Setiap milimeter persegi saraf mencapai kulit, otot, pembuluh darah, setiap tulang dan semua bagian tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki. Pada posisi ruku' (membungkuk), disitulah berpangkalnya saraf berbentuk silinder yang memanjang sampai 45 cm dalam tulang belakang. Sepanjang ruas-ruas tulang belakang terdapat meridian-meridian dan titik-titik akupuntur yang berhubungan dengan : paru-paru, jantung, lever, lambung, empedu, limpa, rongga tubuh, ginjal, usus besar, usus kecil, kandung kemih.

Di bagian depan tubuh mulai dari bibir hingga bagian bawah alat kelamin terdapat meridian dan titik akupuntur yang bermanfaat untuk penyembuhan penyakit di bagian : rongga dada, lambung, alat pencernaan, impoten alat produksi.

Dengan gerak ruku' dan sujud waktu shalat akan merangsang meridian dan titik-titik akupuntur tersebut dan secara tidak langsung akan mempengaruhi organ-organ tubuh sehingga mencapai tujuan untuk penyembuhan dan kesehatan.

Waktu ruku' itu menggerakkan tulang belakang dan otot-otot sekitarnya. Didalam tulang belakang titik-titik akupuntur mulai dari leher sampai ke anus untuk menyembuhkan penyakit-penyakit seperti : jantung, paru-paru, ginjal, diabetes, gangguan pencernaan, gangguan usus, dll. Titik-titik akupuntur disekitar tulang belakang dapat menyembuhkan sakit pinggang dan nyeri pinggang. Waktu ruku' dibelakang sekitar tulang punggung mendapat gerakan atau rangsangan untuk menyembuhkan penyakit.

'ITIDAL

Berdiri tegak setelah bangun dari ruku'. Pada waktu berdiri kembali setelah rulu', maka gerakan ini mengembalikan aliran darah.

SUJUD

Waktu sujud darah beredar lancar. Sujud dengan meletakkan telapak tangan didepan  lutut membuat semua otot tersebut diatas berkontraksi. Akibatnya otot-otot menjadi besar dan kuat, urat darah sebagai pembuluh nadi dan pembuluh darah balik serta urat-urat getah bening/terurut, sehingga peredaran darah dan limpha menjadi lancar. Posisi sujud membantu pekerjaan jantung dan menghindarkan mengerutnya dinding-dinding pembuluh darah. Otot-otot yang bekerja dapat menghasilkan energi panas yang diperlukan dalam proses pencernaan zat-zat makanan yang diperlukan tubuh manusia, seperti zat hidrat arang, putih telur, lemak, vitamin, mineral, zat kapur, zat fosfor, zat cair, dll. Otot-otot yang bekerja akan melancarkan aliran darah, untuk membuang zat-zat kotor yang berasal dari zat-zat makanan tersebut diatas.

Melaksanakan sujud secara benar, maka otot-otot akan menjadi lebih besar dan kuat, terutama otot-otot dada sebagai otot-otot sela tulang rusuk dalam atau otot-otot antara tulang rusuk dalam. Waktu menarik nafas tampak tulang rusuk ditarik keatas oleh pekerjaan otot-otot diantara tulang rusuk. Dengan demikian tulang dada terangkat keatas dan kedepan  sehingga rongga dada bertambah besar dan paru-paru akan berkembang dengan baik dan dapat menghisap udara yang bersih. Apabila paru-paru tidak sehat maka seseorang mudah diserang penyakit TBC.

SIKAP SUJUD YANG BENAR DAN SEMPURNA MAKA DARAH MENGALIR KEDALAM OTAK SEPANJANG WAKTU SUJUD

Waktu sujud darah dikirim ke otak, berkumpul di otak dan mengalirkan kebutuhan otak. Setelah sujud terus berdiri kembali, darah kembali dari otak. Otak menyampaikan darah kembali ke seluruh tubuh, yaitu kembali kepada fungsinya sebagai pengatur peredaran darah. Proses peredaran darah itu mengangkut darah yang baru untuk memberikan oksigen kepada jaringan-jaringan tubuh dan mengangkut darah lama yang miskin oksigen. Kemudian jantung memompa darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah balik, terus ke paru-paru untuk dibersihkan melalui pernafasan lalu kembali ke jantung.

Dalam sujud terdapat titik-titik akupuntur yaitu titik-titik akupuntur tangan, titik-titik akupuntur kening dan hidung. Setelah sujud kita duduk tasyahud. Pada waktu duduk, kaki kiri diduduki pantat. Sikap duduk ini terdapat lagi titik-titik akupuntur yang dapat menyembuhkan penyakit pada daerah dubur dan sekitarnya, baik laki-laki maupun perempuan.

Laki-laki yang berumur 40 tahun keatas yang sering menderita pembengkakan kelenjar kelamin sehingga tidak dapat mengeluarkan air seni dan dapat berakhir dengan maut, posisi duduk tersebut diatas maka tertekan titik-titik akupuntur mengakibatkan penyembuhan tanpa operasi.

TITIK-TITIK AKUPUNTUR DAHI DAN HIDUNG

Ketika sujud waktu shalat, titik-titik akupuntur tertekan dan terjepit kan bermanfaat bagi kesehatan tubuh, terutama dibagian kepala wajah, tenggorokan, paru-paru liver dan limpha.

TITIK-TITIK AKUPUNTUR TANGAN

Waktu sujud, titik-titik akupuntur ditangan akan terjepit dan tertekan, yang khasiatnya untuk memelihara kesehatan. Pada kedua lutut terdapat titik heding dan xiyan yang bermanfaat untuk menyembuhkan sakit persendian pada lutut.

DUDUK IFTIRASY

Pada sikap duduk iftirasy sebenarnya kita duduk dengan otot-otot pangkal paha, dimana didalamnya terdapat salah satu saraf pangkal paha yang besar diatas kedua tumit kaki. Tumit dilapisi sebuah otot yang berfungsi sebagai bantal. Dengan demikian maka tumit menekan otot-otot pangkal paha dan saraf pangkal paha yang besar itu, sehingga saraf pangkal paha terjepit.

Pijitan tersebut dapat menghindarkan/menyembuhkan penyakit saraf pangkal paha yang terasa sakit, nyeri, engal, menucu, hingga tidak dapat berjalan. Juga urat-urat nadi dan pembuluh-pembuluh darah balik yang terdapat dilingkungan pangkal paha dapat terurut dan terpijit sehingga aliran darah yang kembali ke jantung dapat diperlancar. Ini untuk menghindarkan penyakit bawasir.

Tiap kali kita bangkit dari sujud dan berdiri tegak kembali, sejumlah otot-otot berkontraksi yaitu : Otot-otot dada, bahu, lengan, punggung, perut, pangkal paha. Otot-otot kaki bagian atas, otot-otot dari bagian kaki bawah turut berkontraksi. Yang terpenting adalah turut berkontraksi otot-otot dari daerah perineum, yaitu dasar penutup panggul, terutama pada kaum wanita.

Dasar penutup panggul adalah bagian tubuh manusia yang penting sekali karena disitu terdapat perbagai alat kelamit pria dan wanita. Bagi wanita, dasar penutup panggul ini merupakan bagian terlemah, mudah luka, robek, atau kerusakan waktu melahirkan bayi. Jika kelahiran bayi berlangsung terlalu lama, maka otot-otot serta jaringan yang terdapat didaerah dasar penutup  panggul mengalami luka, koyak, robek, dari ling senggama sampai pada pelepasan , juga robek dari liang senggama sampai padda dinding poros usus.

Disamping itu timbul pelbagai lubang palsu karena rusak jaringan antara tulang kepala bayi dan tulang panggul. Dapat juga terjadi lubang antara kandung kemih dan liang senggama sehingga air kencing keluar melalui liang senggama atau lubang antara saluran kencing dan liang senggama atau lubang antara leher rahim dan kandung kencing.

Sekalipun seorang dokter pakar kebidanan dapat memperbaiki dan menutup melalui operasi robekan-robekan dan lubang -lubang itu dengan sebaik-baiknya, namun bagian tubuh wanita ini merupakan bagian tubuh yang peka, yang mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan sepanjang hidupnya. Sebab oto-otot dan jaringan-jaringan yang telah robek atau rusak itu kekenyalannya (elasticiteit) tidak dapat dikembalikan lagi sepenuhnya sehingga perasaan sakit, pegal, nyeri dibagian tubuhnya ini tetap mengganggunya.

Dapat juga timbul macam-macam penderitaan lain seperti seluruh dinding liang dubur, rahim, liang senggama, dubur tersembul keluar. Satu-satunya jalan/usaha  untuk mengembalikan kekenyalan dari otot-otot dan jaringan-jaringan yang rusak secara alamiah, antara lain dengan shalat secara Islam yaitu :
  1. Dengan sikap bangun kembali dari duduk sujud ke sikap berdiri tegak. Sehingga otot-otot dari perineum (dasar penutup panggul) aktif berkontraksi.
  2. Perlu pula otot-otot dan jaringan dari perineum mendapat pijitan dan urutan agar pembuluh-pembuluh darah pada daerah perineum menjadi lebih besar dan kuat serta mendapat lebih banyak zat makanan dan zakat pembakar. Pijitan dan urutan ini dapat dapat dilakukan dengan sikap duduk tahiyyat akhir. Pada sikap ini, tumit kaki kiri harus menekan pada daerah perineum yaitu daerah penutup dasar panggul (bagian tubuh depan lubang pelepasan. Punggung kaki kanan diletakkan diatas telapak bagian depan kaki kiri dan tumit kaki kanan menekan pada pangkal paha sebelah kanan, jari-jari kaki kanan berdiri diatas lantai.
Yang terpenting dalam sikap duduk tawarruk ini, bahwa kita duduk dengan daerah perineum diatas tumit kaki kiri. Dengan demikian, maka tumit kaki kiri akan memijit dan mengurut daerah perineum. Dari sudut ilmu kesehatan, ini penting bagi kesehatan pria dan wanita yang melakukan shalat.

Dengan sikap duduk tawarruk dapat menghindarkan timbulnya penyakit bawasir. Penyakit ini sering diderita wanita hamil antara lain disebabkan tekanan kepala bayi terhadap pembuluh-pembuluh darah, terutama terhadap pembuluh darah balik.

Manfaat duduk tawarruk bagi pria, yaitu tumit mengerjakan pijitan terhadap beberapa anggota kelamin yang penting, misal :
  1. Pijitan terhadap prostata, menghindarkan kelenjar alat kelamin lelaki mengeras dan membesar, sehingga menyulitkan pembuangan air kemih sebab saluran kandung kemih terpijit.
  2. Pijitan terhadap aliran kandung kemih, memperkuat otot-otot dinding saluran kemih, menghilangkan sempitan-sempitan yang ada dalam saluran ini, sehingga mempermudah buang air kecil.
  3. Pijitan pada dua kelenjar besar yang terdapat pada dinding saluran kemih, sehingga kelenjar ini mengeluarkan semacam lendir dengan reaksi alkalis, yang membersihkan saluran kemih dan sisa-sisa kencing dan zat-zat asam lainnya yang dapat mematikan sel-sel mani.
  4. Pijitan terhadap pembuluh tempat pancaran mani lalu, sehingga memperlancar aliran mani.
  5. Pijitan terhadap badan pengeras dzakar yaitu badan pengembang yang bekerja sebagai spons dan dapat diisi dengan darah, sehingga menimbulkan kekuatan dan stamina pada alat vital laki-laki.
  6. Pijitan terhadap buah pelir dan anak buah pelir merangsang kedua anggota badan laki-laki ini, menghasilkan lebih banyak mani yang sehat dan hidup.
Sikap jari kaki kanan yang berdiri diatas sajadah waktu duduk tahiyyat, emnguatkan otot-otot dari kedua telapak kaki sehingga menghindarkan timbulnya penyakit kaki bertapak rata. Yang memiliki kaki bertapak rata dapat menimbulkan rasa pegal, linu, sakit dan cepat capek pada kedua kaki. Akibatnya :
  • Tidak dapata berdiri lama
  • Tidak dapat berjalan jauh
  • Tidak dapat berolah raga dibidang atletik.

SALAM

Sambil membaca salam kita menoleh dan memalingkan kepala sejauh mungkin. Otot-otot pada bagian leher yang terdapat titik-titik akupuntur sangat efektif untuk penyakit di bagian leher : amandel, tenggorokan, pendengaran, hipertensi, ashma, dan batuk.

Disalam ruas-ruas leher terdapat saraf-saraf yang menghubungkan otak dengan saluran tubuh, karena leher merupakan jembatan bagi tubuh. Dengan memalingkan muka ke kanan dan kekiri akan membantu menguatkan otot-otot leher, kuduk dan menyembuhkan gangguan pada leher dan kepala antara lain penyakit kepada kuduk kaku. Karena dengan berkontraksinya otot-otot kepala. sirkulasi dan peredaran darah menjadi lebih baik, terutama untuk mengeluarkan zat-zat racun yang terdapat didalam otot-otot kepala. Gas-gas racun ini yang menyebabkan perasaan lelah, kaku dan linu dibagian kepala.





Semoga bermanfaat. Diolah dari tulisan Ahmad Sulaiman.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

No comments:

Post a Comment